Melangkah Bersama

Aku dan Suamiku menikah baru jalan 1 tahun, selama itu untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kami mengandalkan bisnis yang kita rintis sejak kita pacaran yaitu bisnis kuliner yang kini cabangnya sudah ada di seluruh pulau Jawa Awalnya aku hanya membuatkan bekal untuknya tetapi ia selalu tremporting hasil masakanku di sosial media miliknya, karena dia famous dan banyak Followers akhirnya banyak pengikut di sosial media ingin merasakan hasil masakanku juga. Karena saat itu aku dan pacarku membutuhkan banyak uang untuk kita menikah alhasil pacarku meyakinkan aku untuk menjual hasil masakanku. Awalnya Kita hanya berjualan saat diharı minggu saat ada CFD menu yang kita sajikan pun hanya ada satu menu yaitu chicken katsu, pada hari pertama kita berjualan kita membuat 20 porsi chicken katsu namun hanya terjual 10 porsi sehingga masih banyak yang tersisa. Karena itu aku merasa down dan tidak ingin meneruskan berjualan lagi tetapi pacarku meyakinkan aku agar tetap semangat dan tidak putus asa karena ini baru awal perjalanan kita. Modal yang aku dapatkan untuk berjualan kudapatkan dari pacarku yang memberikan gajinya yang setengah gajinya padaku, gajinya yang I juta perbulan ia berikan 500 ribu padaku untuk modal usaha kita. Setelah kemarin hari pertama berjualan aku merasa gagal dan down, di minggu kedua aku mulai bangkit lag, untuk berjualan di CED. Dengan modal seadanya aku dan pacarku bekerja sama dan saling menguatkan jika usaha kita akan sukses nantinya. Di hari kedua berjualan pacarku melakukan live streaming di sosial medianya dan hasilnya sesuai ex ekspektasi tak sedikit darı fatt pengikut social media pacarku datang untuk membeli dagangan kita, akhirnya kita berhasil menjual 20 porsi Chicken katsu lalu di CFD yang ketiga aku dan pacarku berhasil menjual 40 porsi. Chicken katsu Makin hari penjualan kita semakin meningkat awalnya hanya, pacarku yang mempromosikan namun sekarang aku ikut serta mempromosikan Jualan kita di Sosial media milikku yaitu tiktok, dan yap penjualan kita makin melejit dan kita yang awalnya berjualan Saat hari minggu kini kita membeli ruko dan berjualan setiap hari Pacarku pun sudah keluar dari bengkel tempat ia bekerja dan fokus pada rumah makan milik kami, Menu kita pun Sudah banyak tak hanya satu saja 15 menu makanan di rumah sudah ada sekitar makan resto milik kita. Kita juga menjual media Frozen Food di online dan menghasilkan banyak keuntungan. setahun kemudian kita membuka cabang di beberapa tempat hingga akhirnya kita menikah dan membuka cabang di seluruh pulau jawa. Dan sekarang kita sudah memiliki anak yang pertama yang berusia 2 bulan, kini aku tak ikut berkecimpung di usaha tersebut karena fokus mengasuh anak, suamiku yang menghandle semuanya.

Postingan populer dari blog ini

"Pemberdayaan Seni Hadroh sebagai Sarana Pelestarian Budaya dan Penguatan Nilai Keagamaan di Desa Dukuhmulyo"